Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Wednesday, June 8, 2016

Tiap Sore, Ada 300 Takjil Gratis Buat Pengguna Jalan Pantura Kendal

KENDAL – Setiap hari di bulan Ramadhan lebih dari 300 gelas berisi es buah dan kolak dibagikan ke pengguna jalan yang melintas di Pantura Kendal tepatnya di perempatan Masjid Agung. Takjil ini berasal dari sumbangan  pemilik toko peralatan olahraga 'CEMERLANG', di depan Masjid Agung yang ingin berbagi dengan pengguna jalan.
Pembagi Takjil Eko mengatakan, jumlah takjil yang dibagikan sekitar 200-300 buah. “Pemberian takjil ini sudah rutin dilakukan tiap tahun di masjid. Tapi karena di masjid sudah banyak, maka takjil dibagikan di luar masjid.   Pembagian takjil ini akan dilakukan tiap sore, jumlahnya sekitar 200-300 buah,” jelasnya.
Sementara itu anggota Takmir Masjid Agung Kendal, Agus Mustofa mengatakan, di Masjid Agung Kendal tiap hari menyediakan makanan untuk berbuka puasa, berupa bubur ayam dan minuman. “Setelah mengikuti pengajian bakda Ashar, para jamaah disediakan makanan untuk berbuka puasa, dari pada  harus pulang kerumah”jelas Agus. (LKTO-JurnalistikMetroJateng/Editing:CahyoP)

Monday, May 23, 2016

Bangunan Milik Ahmadiyah Dirusak



KENDAL, Sebuah bangunan yang diduga digunakan untuk kegiatan jamaat Ahmadiyah, di Desa Purworejo Kecamatan Ringinarum Kendal Minggu (22/05) malam  dirusak ratusan warga. Pengerusakan ini dilakukan karena, warga geram terhadap aktivitas pembangunan, yang diprotes warga ini, kembali dilanjukan.
Hingga Senin (23/05) pagi, bangunan yang berada di Dukuh Laban Desa Purworejo Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal ini dipasang garis polisi setelah dirusak ratusan warga.  Sejumlah barang yang ada di dalam bangunan juga ikut dirusak, termasuk dinding bangunan yang jebol dan atap yang diturunkan. Menurut warga sekitar, aktivitas di dalam bangunan tersebut diduga dilakukan jamaat Ahmadiyah.
Warga sekitar sejak awal sudah menolak pembangunan tempat kegiatan jamaat Ahmadiyah ini dan sempat dihentikan pembangunannya. Namun pemilik bangunan tetap melanjutkan pembangunan sehingga warga kesal.
Yatin, warga yang berada di depan bangunan tersebut mengaku, tidak melihat persis siapa warga yang melakukan pengerusakan ini. “Kondisi saat kejadian gelap dan turun hujan deras. Jumlahnya banyak, seratusan orang,'' katanya.
Sementara itu Kepala Desa Purworejo, Ali  Muhtadi mengatakan, awalnya pihak desa sudah meminta kepada pemilik bangunan untuk tidak melanjutkan karena warga resah dan menolak.
“Namun pemilik tetap melanjutkan dengan mendatangkan pekerjauntuk membangun atap bangunan. Warga yang melihat kegiatan pekerjaan ini sontak marah dan melakukan pengerusakan bangunan,” jelasnya.
Kades sendiri mengaku, aksi pengerusakan ini dilakukan warga namun tidak mengenali siapa saja warga yang ikut. “Saya tidak bisa mencegah karena jumlahnya banyak dan saat kejadian cuaca hujan deras dan kondisi di lokasi juga gelap,” imbuh kades.
Hingga Senin pagi, kondisi di lokasi kejadian masih dipasang garis polisi. Warga sekitar yang penasaran hanya melihat puing-puing bangunan yang dirusak warga.(rafa haedar-01)

Thursday, February 18, 2016

Bupati Cantik ini Akan Rutin Salat Subuh Keliling Kendal dan Sapa Warga

Kendal - Bupati termuda di Jawa Tengah, yaitu Bupati Kendal, Mirna Annisa memiliki program yang unik, yaitu melakukan Shalat Subuh berjamaah bersama warga. Hal itu akan dilakukan di 285 Desa yang menjadi wilayah pemerintahannya.

Mirna mengatakan progran tersebut dilakukan sebagai ibadah dan bentuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Menurutnya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk berkomunikasi.

"Buat saya, mencari komunikasi yang enak itu mulai pagi hari. Setelah bangun pagi kita fresh. Sesuai dengan ajaran agama saya, saya muslim, pada saat pagi kita lebih tenang," kata Mirna usai dilantik di Lapangan Simpang Lima Semarang, Rabu (17/2/2016).

Ia berharap dengan komunikasi tersebut aspirasi masyarakat bisa mudah sampai kepadanya dan segera mendapatkan tidak lanjut. Pemilihan waktu di pagi hari juga dianggap tidak megganggu jam kerja maupun waktu istirahat.

"Mudah-mudahan aspirasi yang saya serap ini menjadi aspirasi lebih baik dan dilaksanakan.  Tidak mengganggu jam-jam malam maupun jam tugas," terangnya.

Selain program Shalat Subuh berjamaah, ia juga berjanji akan memperbaiki infrastruktur daerahnya dalam lima tahun masa jabatan. Pihaknya akan gencar berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan pusat demi perbaikan infrastruktur.

"Terkait infrastruktur Insya Allah akan ada perubahan di Kabupaten Kendal. Di sana dalam waktu dekat sebelum masa usai 5 tahun, Kendal berubah secara infrastruktur," tegas Mirna.

Terkait latar belakangnya sebagai dokter, Mirna juga menyoroti soal kesehatan perempuan dan anak. Selain itu di Kendal juga belum banyak fasilitas untuk perempuan di tempat atau fasilitas umum.

"Saya akan konsen ke kesehatan terutama kesehatan perempuan dan anak. Program seacara fisik akan disesuaikan dengan kebijakan Provinsi, setelah itu akan saya lihat karena banyak fasilitias umum yang belum menyediakan fasilitas untuk perempuan," tutur alumni Universitas Islam Sultan Agung Semarang itu.
(Jur-LKTO/FCP)

Friday, January 29, 2016

Terompet berbahan kertas Al-quran, gegerkan warga Kendal


Terompet berbahan sampul Alqur'an beredar di Kendal (red-LK)
KENDAL – Menjelang pergantian tahun, masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk merayakannya. Ada yang berkumpul dengan sanak keluarga, berlibur ke luar daerah atau hanya merayakannya dengan keramaian suara terompet. Namun, perayaan tahun baru ini sedikit tercederai.
Warga Kendal digegerkan oleh penemuan sampul Al Quran yang digunakan sebagai bahan pembuatan terompet. Temuan itu berawal saat Kresno,warga Kebondalem, Kabupaten Kendal melihat tulisan “Kementrian Agama RI tahun 2013” dan kaligrafi Arab bertuliskan lafadzh Al-Quran pada terompet hijau yang dijual di salah satu mini market di Kebondalem, Minggu (27/12/2015) lalu. Sontak, hal itu membuat warga terusik yang kemudian melapor ke Polres Kendal.
Saat ini, polisi sudah menyita puluhanterompet berbahan cover Al Quran dari sejumlah mini market di Kendal. Namun, ada beberapa terompet di mini market yang sudah terjual habis.Para pengelola toko modern yang menjual terompet tersebut mengaku tidak mengetahui karena kondisinya telah terbungkus hiasan plastik.
Terompet tersebut dijual dengan harga Rp 3.500. Menurut petugas mini market, terompet tahun baru itu dikirim dari gudang perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, sejak 5 Desember 2015 lalu.Dari tampilannya, pada bahan baku terompet tersebut tertera tulisan Kementerian Agama RI tahun 2013 serta kaligrafi bertulisan Arab.
Sebanyak 21 mini market ternama sudah didatangi polisi untuk menyita barang bukti peredaran terompet.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Nur Ali menjelaskan, polisi segera bertindak cepat dan saat ini masih mendalami secara detail mengenai penggunaan cover Al Quran untuk bahan terompet tersebut. “Polisi sedang mendalami temuan terompet yang bahan bakunya diduga sampul Alquran itu.”  ungkapnya, Senin (28/12/2015).
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin mengatakan, terompet tersebut sempat berada di Semarang, yakni saat masih berada di gudang. Data sementara, produsen terompet itu berada di Solo.
“Diproduksi di Solo. Disebarkan di mini market. Kebetulan yang ditemukan di Kendal,” katanya.
Pihaknya akan mengantisipasi agar tidak ada peristiwa serupa di Kota Semarang.Burhanudin menegaskan, anggotanya akan bersiaga untuk pengamanan menjelang hingga berakhirnya perayaan tahun baru. (red-LK20/MS)