Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Thursday, May 11, 2017

Tiga Petani Ini Divonis Delapan Tahun Penjara, Ratusan Warga Menangis di Pengadilan Kendal




Liputan Kendal Terkini, KENDAL - Lantunan shalawat berubah menjadi tangis histeris setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Kendal membacakan vonis dalam sidang, Rabu (18/1/2017).
Ratusan petani Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kendal, Jawa Tengah, di luar pengadilan pun tersedu-sedu.
Warga Surokonto Wetan, Pageruyung, Kendal, Jawa Tengah, menangis di luar ruang sidang mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kendal, Rabu (18/1/2017).
Situasi ini juga terjadi di dalam ruang sidang.
Warga yang hadir kontan menangis.
Polisi sampai kewalahan menenangkan sebelum membawanya keluar ruangan.
Dalam putusannya, majelis hakim memutuskan tiga petani Surokonto Wetan terbukti bersalah menyerobot lahan milik Perhutani KPH Kendal.
Nur Aziz, Sutrisno, dan Mujiono masing-masing divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.
Majelis terdiri atas hakim ketua Jeni Nugraha serta hakim anggota Monita Sitorus dan Ari Gunawan.

Presiden Jokowi dan PM Singapura Resmikan KIK Kendal yang akan Ditempati 300 Perusahaan

Liputan Kedal Terkini (OnLine), KENDAL - Setelah sempat ditunda dua bulan lebih, Kawasan Industri Kendal (KIK) telah resmi dibuka. Presiden RI Joko Widodo menandai dibukanya KIK secara resmi, didampingi Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong di Kendal, Jateng, Senin 14 November 2016.
Presiden RI Joko Widodo meminta Menteri Perindustrian atas ketersediaan dan jaminan listrik lancar di KIK. Presiden juga pastikan mudahnya perizinan dan penyediaan lahan untuk pengembangan Kawasan Industri Kendal atau KIK.
"Sebenarnya ada lima bentuk dukungan yang bisa menunjang berjalannya kawasan industri, yakni transportasi, listrik dan gas, air dan sanitasi, sumber daya manusia, serta ekologi," tutur Jokowi dalm sambutan saat peresmian KIK, pada Senin (14/11/2016).
PERESMIAN KIK - Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong meresmikan Kawasan Industri Kendal, Park by the Bay di Jawa Tengah, Senin (14/11/2016).
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menegaskan hubungan di bidang ekonomi antara Singapura dengan Indonesia telah berlangsung lama. PM Lee berharap, capaian itu bisa dipertahankan dan dilanjutkan lagi.
"KIK adalah contoh bagus dalam implementasi kerjasama itu. Semoga ke depan akan ada kesuksesan menyusul seiring berdirinya KIK," harap putra eks Perdana Menteri Singapura, almarhum Lee Kuan Yew, itu.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang dapat kesempatan beri sambutan pertama mengatakan, peresmian KIK adalah momentum sempurna dalam rangka merayakan setengah abad hubungan bilateral Indonesia dan Singapura.
Ganjar berharap, berdirinya KIK mampu turut menjaga hubungan dan kepentingan kedua negara. Terlebih lagi mengingat pemodal KIK merupakan perusahaan asal Singapura, Sembcorp.
PERESMIAN KIK - Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong meresmikan Kawasan Industri Kendal, Park by the Bay di Jawa Tengah, Senin (14/11/2016).
"Sebagai bentuk dukungan, kami dan elemen terkait akan berusaha agar tenaga kerja selalu tersedia mengingat Jawa Tengah juga merupakan provinsi vokasi," kata Ganjar.
Ganjar menambahkan, Jateng memiliki lahan industri seluas 31. 474,04 hektare di beberapa kota, dan 8 di antaranya sudah beroperasi.
Khusus untuk KIK sendiri, Ganjar yakin kawasan yang kini baru seluas 700 hektare itu bisa berkembang pesat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
"KIK sebagai kawasan industri memililki keunggulan kompetitif dan komparatif‎. Terima kasih banyak atas kepercayaan pengelola dalam berinvestasi di daerah kami," ujarnya.
Sementara itu Pimpinan Kawasan Industri Kendal (KIK), SD Darmono, memiliki target tinggi dalam pengembangan KIK hingga lima tahun ke depan. Pria asal Magelang ini mengatakan, dalam tiga hingga lima tahun ke depan, KIK diharapkan mampu mengembangkan lahan industri hingga 860 hektare.
Daalam rentang waktu tersebut, KIK juga ditargetkan bisa menggamit investor baru hingga mencapai 300 perusahaan.
Dengan jumlah sebanyak itu, Darmono mengkalkulasikan, investasi yang ditanamkan di KIK bisa mencapai Rp 130 triliun dan menyerap atau memberdayakan 500 ribu tenaga kerja. (*)

Sunday, June 19, 2016

Jalur Pantura Kendal dilanda banjir, lalu lintas lumpuh

 
Kendal (19/6) - Banjir melanda Jalur Pantura Kabupaten Kendal, tepatnya di Kelurahan Ketapang Kecamatan Kendal hingga Kecamatan Brangsong, pada Minggu (19/06/2016) pagi.
Membludaknya air ini disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Blorong, Brangsong. Banjir setinggi betis orang dewasa membuat lalu lintas Pantura lumpuh, dan puluhan motor terpaksa menepi karena kedalaman air sulit ditembus.
Santo (35) warga Korowelang Wetan, Cepiring, mengatakan dirinya hendak pulang setelah bertugas di Semarang sejak Sabtu (18/06/2016) kemarin. Namun kendaraan maticnya gagal mengarungi kedalaman banjir, sehingga ia memilih menunggu air surut.
"Sudah saya coba, tapi daripada malah bikin mesin mati mending saya menepi dulu," katanya.
Banjir di wilayah Kendal mulai terjadi Sabtu sekitar pukul 18.00, dan melanda wilayah Kecamatan Ngampel, seperti Desa Ngampel Wetan, Ngampel Kulon, Jatirejo, dan Rejosari. Wilayah Kecamatan Pegandon, yaitu Desa Puguh dan Dawungsari.
Kemudian Kecamatan Brangsong, seperti Desa Brangsong dan Kebonadem. Sementara di Kecamatan Kendal, banjir menggenangi beberapa lokasi yang berada di tepi Sungai Kendal, seperti Trompo dan Kebondalem.
Kepala BPBD Kendal, Slamet, bersama anggota SAR Bahurekso Kendal telah memantau kondisi banjir di beberapa desa.
Demikian halnya dengan Bupati Mirna Annisa, yang sudah mendatangi dapur umum di Ketapang.
Menurut Anggota SAR Bahurekso Kendal, Chairul Huda, perahu karet untiuk mengevakuasi warga dan bantuan sudah dikirim.
"Kami terus menyisir titik-titik yang rawan, beberapa lokasi memang sudah surut, tapi di titik lain justru baru mulai," ujarnya.

Friday, June 17, 2016

Kehadiran Presiden RI JOKOWI dan Pembagian Sembako

KENDAL (17/6) - Antusias ribuan masyarakat menyambut Presiden Joko Widodo di Kendal, Pesona Presiden Joko Widodo menjadi magnet bagi masyarakat Kabupaten Kendal. Kehadirannya di dua lokasi, dalam rangkaian kunjungannya di Jawa Tengah disambut meriah oleh ribuan masyarakat Kendal.
Hadir di Kelurahan Bandengan, Kecamatan ‎Kendal, pada Jumat (17/06/2016). Presiden yang akrab disapa Jokowi itu bahkan sempat membuat proses pembagian sembako kepada masyarakat yang sebagian besar merupakan nelayan dan masyarakat kurang mampu. Masyarakat berebut ingin menyalami orang nomor satu di Indonesia itu.
Setidaknya dua ribu paket sembako diberikan di dua lokasi berbeda. Selain di Kelurahan Bandengan, Jokowi yang ditemani istrinya Iriana juga hadir di lapangan Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu.
"Meski sebentar yang penting bisa dapat foto bareng Pak Jokowi," kata Rohim, seorang warga yang berhasil mencegat Jokowi sesaat sebelum meninggalkan lokasi di Plantaran.
Hadir pula dalam kunjungan itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono‎, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi, serta beberapa pejabat lain.‎ Sementara pejabat lokal Kendal selain Bupati Mirna Annisa dan Wakil Bupati Masrur Masykur juga turut memadati lokasi. (LKTO-Jurnalistik/FCP)


Wednesday, June 8, 2016

Tiap Sore, Ada 300 Takjil Gratis Buat Pengguna Jalan Pantura Kendal

KENDAL – Setiap hari di bulan Ramadhan lebih dari 300 gelas berisi es buah dan kolak dibagikan ke pengguna jalan yang melintas di Pantura Kendal tepatnya di perempatan Masjid Agung. Takjil ini berasal dari sumbangan  pemilik toko peralatan olahraga 'CEMERLANG', di depan Masjid Agung yang ingin berbagi dengan pengguna jalan.
Pembagi Takjil Eko mengatakan, jumlah takjil yang dibagikan sekitar 200-300 buah. “Pemberian takjil ini sudah rutin dilakukan tiap tahun di masjid. Tapi karena di masjid sudah banyak, maka takjil dibagikan di luar masjid.   Pembagian takjil ini akan dilakukan tiap sore, jumlahnya sekitar 200-300 buah,” jelasnya.
Sementara itu anggota Takmir Masjid Agung Kendal, Agus Mustofa mengatakan, di Masjid Agung Kendal tiap hari menyediakan makanan untuk berbuka puasa, berupa bubur ayam dan minuman. “Setelah mengikuti pengajian bakda Ashar, para jamaah disediakan makanan untuk berbuka puasa, dari pada  harus pulang kerumah”jelas Agus. (LKTO-JurnalistikMetroJateng/Editing:CahyoP)

Wednesday, May 11, 2016

Semarak HUT SMKN 4 Kendal ke 11 Bertema ‘Spirit of Skanifo’

*Mulai Servis Mobil, Color Party Hingga Pelepasan Kelulusan Siswa

 Tahun ini, semarak HUT SMKN 4 Kendal ke 11 Bertema “Spirit of Skanifo”. Seperti apa? NUR KHOLID MS, Kendal

MELIHAT – Kepala SMKN 4 Kendal Drs Kusdarmanto didampingi Waka Humas, Drs Fahrur MM,melihat teknisi PT Nasmoco yang dibantu siswanya saat menservis mobil Pahe dari masyarakat.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN
SETIAP tahun tanggal 14 Mei, SMKN 4 Kendal ulang tahun. Tahun ini, HUT SMKN 4 Kendal yang ke 11 menggandeng PT Nasmoco, Jalan Pemuda Semarang, menggelar servis mobil paket hemat (Pahe) bagi warga SMK dan masyarakat Kendal di lapangan sekolahan.
Dalam servis mobil Pahe itu, selain ditangani oleh tenaga ahli teknisi handal dari PT Nasmoco juga melibatkan tenaga dari kalangan siswa SMKN 4 Kendal sebagai tenaga pembantu marketing PT Nasmoco.
Mereka berasal dari semua jurusan, seperti, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL),Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Jasa Boga (JSB), dan Agribisnis Perikanan (AP) serta Nautika Kelautan dan Pelayaran (NKPI). Sebelum terjun ke lapangan, siswa sudah mendapatkan training memasarkan voucher ke konsumen. Tak hanya itu, mereka dan pendidik juga diberikan seminar dari PT Nasmoco dengan materi tentang dunia kerja.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan ini dapat terjalin lebih erat kerjasama antara SMKN 4 Kendal dengan PT Nasmoco, sehingga dapat berlanjut serta ini juga dapat dijadikan referensi pada studi, khususnya untuk proses belajar mengajar pada jurusan TKR baik di sekolahan maupun di dunia industri (Dudi),” kata Kepala SMKN 4 Kendal Drs Kusdarmanto didampingi Waka Humas SMKN 4 Kendal, Drs Fahrur MM, pada www.radarpekalongan.com, Rabu (11/10).
Pada kegiatan servis mobil Pahe itu berlaku bagi segala jenis mobil. Ada empat jenis Pahe yang ditawarkan pada servis mobil tersebut, yakni, pahe 200 ribu untuk ganti oli dan servis 24 item, Pahe 250 ribu ganti oli servis 24 item dan rem, dan Pahe 250 ribu berupa ganti oli servis 24 item plus mesin, serta Pahe 300 ribu ganti oli, servis 24 item serta cek mesin plus rem.
“Servis mobil ini digelar selama tiga hari, yakni, tanggal 10,11 dan 12 Mei 2016. Setiap harinya dimulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00. Setidaknya, ada 20 mobil dari kalangan konsumen yang antri diservis di dalam setiap harinya,” tukas Kusdarmanto.
Masih dalam rangka merayakan hari jadinya itu, SMKN 4 Kendal yang terletak di Jalan Raya Soekarno-Hatta, juga menggelar bakti sosial ke panti asuhan, penanaman bibit pohon, pentas seni, kegiatan sosial dan keagamaan seperti donor darah bekerja sama dengan PMI Kendal dan pengajian memperingati Isra Miraj yang diikuti guru dan siswa-siswi serta seminar.
“Juga ada jalan sehat dengan rute sekitar lima kilometer dan melalui Dusun Purwokerto, Desa Brangsong dan kembali ke sekolah. Setelah jalan sehat dilanjutkan penanaman 300 bibit pohon yang bekerja sama dengan MPC Pemuda Pancasila Kendal,” kata Kusdarmanto.
Kusdarmanto menambahkan, puncak acara yakni pentas seni di lapangan halaman sekolah. Dalam kegiatan itu, pihaknya bekerja sama dengan MTV Exit yang menghadirkan fashion skanifo, audisi band tingkat Kabupaten Kendal.
“Pentas seni juga bakal dimeriahkan Grup band Srempet Gudal dan Ibarat Skata yang digelar merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan HUT SMKN 4 Kendal. Pelepasan peserta didik setelah kelulusan kami laksanakan 24 Mei 2016,”pungkas Kusdarmanto (*)
Sumber: Radar Pekalongan
Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

 

Thursday, February 18, 2016

Sungai Kedung Boto, Lokasi Arung Jeram Menegangkan di Kendal

KENDAL – Bagi Anda yang menyukai tantangan dan ingin memacu adrenalin, mungkin lokasi wisata di Kabupaten Kendal ini dapat menjadi alternatifnya. Terletak di Dusun Genting, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kendal. Desa Getas merupakan salah satu desa wisata yang memiliki berbagai tempat yang dapat digunakan untuk rekreasi bagi masyarakat.
Meski berada di Kecamatan Singorojo, akses masuk ke desa ini justru lebih mudah dilalui dari Kecamatan Limbangan Kendal. Sekitar 20 kilometer arah selatan kota Kendal maupun kota Semarang, desa yang berada di lereng gunung ini memiliki panorama yang mempesona dengan kesejukan udaranya.
Di desa ini, terdapat Sungai Kedung Boto, atau yang juga disebut sebagai Kedung Wali. Penamaan Kedung Wali karena konon, dulu di tempat ini menjadi persinggahan Wali untuk syiar agama Islam.
Sungai yang airnya jernih ini, memiliki bebatuan dengan struktur penataan yang rapi, padahal tumpukan batu di tepi sungai merupakan hasil proses alam selama ribuan tahun. Bebatuan ini memang sangat unik dan indah. Berbetuk kubus, berderet-deret, dan berwarna mengkilat. Apalagi dipadu dengan arus sungai yang deras dan jernih. Sepanjang mata memandang, batu-batu kotak memenuhi tepian sungai, bertumpuk ke atas hingga menjadi tebing.
Sungai dengan panjang sekitar 1400 meter tersebut, dapat menjadi wahana memacu adrenalin dengan arung jeram. Pengunjung dapat menikmati perjalanan menegangkan menyusuri sungai dengan durasi 1 hingga 2 jam.
Para pengunjung menikmati permainan di lokasi Sungai Kedung Boto. (red-LK)
Para pengunjung menikmati permainan di lokasi Sungai Kedung Boto. (LKTO/Kendal)
Namun, pengunjung tak perlu khawatir karena akan ditemani oleh pemandu dan menggunakan peralatan agar aman dan nyaman ketika mengarungi sungai sedalam 6-10 meter ini. Selain itu, terdapat air terjun yang sangat indah bagi pengunjung. Disana pengunjung dapat beristirahat sejenak untuk menikmati alam yang terdapat di sekitar sungai.
Di tempat ini juga terdapat pohon tua yang memiliki akar bergelantungan. Ketika berwisata disini, pengunjung dapat bermain ayunan akar di atas sungai sambil menikmati keindahan bebatuan alam.
Anak-anak muda setempat yang mengelola tempat ini, telah mendapatkan pelatihan untuk menjaga dan mengawasi para pengunjung. Mereka juga menyewakan pelampung dan helm untuk keamanan. Memang belum ada semacam gapura atau petunjuk arah yang permanen karena lokasi ini terbilang baru, dan resmi dibuka pada Januari 2015. Namun, masyarakat sekitar akan bersedia menunjukkan arah menuju lokasi wisata tersebut. (Jurnalistik-LKTO/FCP)

Santosa Stable, Wisata Berkuda dan Bertani di Kendal

Salah satu kuda yang digunakan untuk pacuan di Santosa Stable, Kendal. (LKTO/Kendal)
Kendal –Santosa Stable dapat menjadi salah satu objek wisata yang memacu adrenalin. Lokasi wisata yang terletak di Dusun Lendoh, Desa Leban, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal ini berjarak sekitar 25 km dari Bandara Internasional Ahmad Yani atau sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil dari pusat Kota Semarang.
Santosa Stable merupakan tempat olahraga pacuan kuda yang bertaraf internasional dan didukung oleh instruktur profesional. Tempat ini menawarkan pengalaman berkuda untuk hiburan maupun keperluan yang lebih serius seperti sekolah berkuda bagi pemula atau pelatihan intensif bagi atlet untuk persiapan kompetisi.
Berada di bawah lereng gunung Ungaran, Jawa Tengah, pengelola tidak hanya memberikan fasilitas berkuda yang lengkap tapi juga menawarkan suasana alam yang menawan seperti persawahan, perkebunan, dan sungai.
Wisata yang mulai dirintis sejak bulan Januari 2015 lalu, sudah memiliki beberapa member kursus berkuda. Minat pengunjung yang datang untuk belajar berkuda cukup memuaskan. Beberapa pengunjung berasal dari berbagai daerah, diantaranya Semarang, Yogyakarta, dan Magelang. Untuk memanjakan pengunjung, tersedia fasilitas seperti restaurant, cafe, penginapan, area bermain anak, dan area berkuda yang luas dengan pemandangan perbukitan asri, wisata berkuda yang memacu adrenalin, outbond, ataupun belajar pertanian.
Selain wisata berkuda, Santosa Stable juga membuka sekolah berkuda yang banyak diminati dari berbagai kalangan usia. Sedikitnya 80 siswa yang sudah terdaftar untuk berlatih menunggang kuda. Mulai usia 6 tahun hingga Lansia pun bisa berlatih, asalkan mampu dan memiliki fisik yang kuat untuk berkuda.
Santosa Stable merangkul masyarakat desa seperti para pemudanya untuk dapat meningkatkan perekonomian. Untuk itu, pengelola Santosa Stable yang tak lain juga seorang atlet berkuda mencoba membuat desa wisata yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp.5.000+Air Mineral untuk masuk ke tempat wisata berkuda. Santosa Stable buka selama 6 hari dalam seminggu, mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB.
Tak hanya hiburan saja yang didapatkan dari wisata maupun sekolah ini, tetapi juga ilmu yang diperoleh yaitu melatih jiwa dan mental dalam menundukkan kuda yang ditungganginya. (Jurnalistik-LTKO/FCP)

Bupati Cantik ini Akan Rutin Salat Subuh Keliling Kendal dan Sapa Warga

Kendal - Bupati termuda di Jawa Tengah, yaitu Bupati Kendal, Mirna Annisa memiliki program yang unik, yaitu melakukan Shalat Subuh berjamaah bersama warga. Hal itu akan dilakukan di 285 Desa yang menjadi wilayah pemerintahannya.

Mirna mengatakan progran tersebut dilakukan sebagai ibadah dan bentuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Menurutnya, pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk berkomunikasi.

"Buat saya, mencari komunikasi yang enak itu mulai pagi hari. Setelah bangun pagi kita fresh. Sesuai dengan ajaran agama saya, saya muslim, pada saat pagi kita lebih tenang," kata Mirna usai dilantik di Lapangan Simpang Lima Semarang, Rabu (17/2/2016).

Ia berharap dengan komunikasi tersebut aspirasi masyarakat bisa mudah sampai kepadanya dan segera mendapatkan tidak lanjut. Pemilihan waktu di pagi hari juga dianggap tidak megganggu jam kerja maupun waktu istirahat.

"Mudah-mudahan aspirasi yang saya serap ini menjadi aspirasi lebih baik dan dilaksanakan.  Tidak mengganggu jam-jam malam maupun jam tugas," terangnya.

Selain program Shalat Subuh berjamaah, ia juga berjanji akan memperbaiki infrastruktur daerahnya dalam lima tahun masa jabatan. Pihaknya akan gencar berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan pusat demi perbaikan infrastruktur.

"Terkait infrastruktur Insya Allah akan ada perubahan di Kabupaten Kendal. Di sana dalam waktu dekat sebelum masa usai 5 tahun, Kendal berubah secara infrastruktur," tegas Mirna.

Terkait latar belakangnya sebagai dokter, Mirna juga menyoroti soal kesehatan perempuan dan anak. Selain itu di Kendal juga belum banyak fasilitas untuk perempuan di tempat atau fasilitas umum.

"Saya akan konsen ke kesehatan terutama kesehatan perempuan dan anak. Program seacara fisik akan disesuaikan dengan kebijakan Provinsi, setelah itu akan saya lihat karena banyak fasilitias umum yang belum menyediakan fasilitas untuk perempuan," tutur alumni Universitas Islam Sultan Agung Semarang itu.
(Jur-LKTO/FCP)

Tuesday, February 16, 2016

Cabuli Bocah SD, Pemuda di Pegandon Digerebek Warga

Foto: metrojateng.com
Foto: metrojateng.com
Sumber : METROSEMARANG.COM – Dimas Aldiansyah alias Renggis digerebek warga saat mencabuli bocah SD di kebun kosong. Pemuda pengangguran ini diketahui sudah dua kali melakukan tindakan tak senonoh, dengan sasaran anak di bawah umur.
Pelaku pedofil yang diamankan polisi bernama Dimas Aldiansah alias Renggis, warga Dukuh Pugowati Desa Margomulyo Kecamatan Pegandon Kendal. Setidaknya, pelaku sudah dua kali melakukan aksi serupa dalam kurun waktu seminggu terakhir.
Pelaku mengaku, tidak memberi iming-iming atau imbalan kepada korbannya. Dia langsung menarik korban yang hendak pulang sekolah dan memintanya melakukan hubungan layaknya suami istri. “Saya rayu terus tak ajak ke kebun. Korban kemudian saya ancam untuk melayani saya,” katanya di Mapolres Kendal, Selasa (16/2).
Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Ardiansyah mengatakan, modus pelaku pencabulan ini dengan merayu korban dan membujuknya ke sebuah kebun kosong. “Sesampainya di kebun korban diminta tiduran dan diancam akan dibunuh jika tidak menuruti kemauan pelaku,” jelasnya.
Dari pemeriksaan petugas, pelaku sudah dua kali melakukan aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur. Aksi pelaku terbongkar saat hendak melakukannya yang kedua kali, karena ketahuan warga dan ditangkap.
Pelaku bakal dijerat dengan pasal 81 junto pasal 82  Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (sumber : metrojateng.com/MJ-01)

Friday, February 12, 2016

Aksi Pak Kepala Dusun di Kendal Ini Terhenti Setelah Ditembak Polisi

Jumat, 12 Februari 2016 15:20

Aksi Pak Kepala Dusun di Kendal Ini Terhenti Setelah Ditembak Polisi - aksi-pak-kepala-dusun-di-kendal-ini-terhenti-setelah-ditembak_20160212_152328.jpg
tribunjateng/muh radlis
Aksi Pak Kepala Dusun di Kendal Ini Terhenti Setelah Ditembak Polisi
Aksi Pak Kepala Dusun di Kendal Ini Terhenti Setelah Ditembak Polisi - aksi-pak-kepala-dusun-di-kendal-ini-terhenti-setelah-ditembak-polisi_20160212_152206.jpg
Aksi Pak Kepala Dusun di Kendal Ini Terhenti Setelah Ditembak Polisi. Pak Kadus itu mengaku sudah satroni 30 rumah kosong, Jumat 12 Februari 2016


Tim Resmob Polrestabes Semarang menangkap seorang kepala dusun di desa Banjarejo, Kabupaten Kendal.
Kepala dusun (Kadus) bernama Anton Ariadi (43) itu ditangkap tim Resmob yang dipimpin Ipda Dimas Charis Nugroho dan Aiptu Jnadi lantaran mencuri di 30 rumah di Kota Semarang.
Sasaran Anton adalah rumah kosong yang ditinggal pergi pemiliknya.
"Sasarannya rumah kosong, baik yang ditinggal kerja maupun ditinggal ke luar kota," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, Jumat (12/2/2016).
Berbagai barang berharga dicuri oleh Anton, mulai dari alat elektronik seperti TV LED, Laptop, Handphone, perhiasan emas, hingga alat olah raga.
Anton mengaku selalu beraksi sendirian. Berbekal sepeda motor dan linggis sepanjang 50 sentimeter, Anton mencari rumah kosong di beberapa perumahan di Kota Semarang.
"Saya main sendiri, tidak ada teman," kata Anton. Anton terpaksa ditembak di betis kiri lantaran berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap. (*)

Monday, February 8, 2016

Kirab Gunungan dan Kerbau Bule

KENDAL – Sedekah bumi warga di tiga desa di Kecamatan Pageruyung Kendal Jumat (05/02) siang diisi dengan kirab dan arak-arakan gunungan hasil bumi dan kerbau bule. Ratusan warga ini berjalan kaki menuju bukit hutan Tawing di Desa Surokonto Wetan tepatnya di sumber mata air.
Tiga desa yang melaksanan sadranan sedekah bumi tersebut yakni, Desa Surokonto Kulon, Suronkonto Wetan dan Kebon Gembong. Tradisi sadranan digelar doa bersama dan makan bersama dengan harapan tanah dipertanian di tiga desa tersebut bisa subur dan membawa kemakmuran bagi warganya.
Setelah memanjatkan doa bersama, warga kemudian berebut gunungan nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya. Dari anak-anak sampai dewasa ikut berebut nasi tumpeng tersebut. warga meyakini jika nasi tumpeng tersebut akan membawa berkah bagi yang memakannya.
Puncak kirab sedekah bumi ini  yakni penyembelihan  kebo bule yang telah dibacakan doa sebelumnya. Setelah disembelih daging dibagi-bagikan ke warga setempat  dan sebagian dimasak di lokasi sumber mata air dan makam sesepuh desa.
Menurut tokoh masyarakat setmepat,  Sudari, tradisi tersebut digelar sebagai wujud rasa syukur dan untuk mengenang para pendiri desa. Yakni mbah Kiai  Joko Suro, Mbah Kiai Salim dan Mbah Kiai Dadap.
Tiga tokoh tersebut merupakan tonggak awal berdirinya tiga desa tersebut. tiga orang tersebut telah berjasa membuat aliran air dari bukit hutan tawing menuju sawah-sawah warga.
“Jadi dulu, tanah di tega desa ini kering. Ada mata air tapi adanya dibukit hutan tawing. Lalu para pendiri desa ini mengalirkan air ke bawah sehingga sawah-sawah bisa dialiri air dan bisa ditanami padi,” tuturnya.
Hingga sekarang, aliran tersebut masih menjadi penghidupan  warga karena sampai sekarang terus mengaliri  tiga desa tersebut. bahkan tidak hanya sawah, tapi air juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara Bupati terpilih, Mirna Annisa yang juga warga Surokonto Kulon, mengaku sangat senang dengan tradisi sedekah bumi tersebut. Menurutnya ini adalah tradisi yang harus dilestarikan oleh masyarakat.
“Ini adalah wujud syukur sekaligus wujud guyub rukunnya warga tiga desa. Yakni menunjukkan adanya rasa sama,  kebersamaan, perasaan senasib dan sepenanggungan. Saya kira tradisi ini hanya ada di Indonesia, jadi harus dilestarikan sebagai tradisi leluhur bangsa,” tandasnya. (Jur-LKTO/MunaArza)

Direktur Utama IGN Kendal Dipecat

Direktur Utama IGN Kendal Dipecat

oleh : JT12 | Senin, 08 Februari 2016, 19.31 WIB
foto: istimewa
News Berita Umum

KENDAL, jateng terkini - Dinilai tidak becus dalam mengelola pabrik gula PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring Kendal, Direktur Utama Togas Rudy Situmorang dipecat oleh Dewan Komisaris PT IGN. Selain tidak bisa mengelola keuangan sehingga pailit, Togar juga mengakibatkan ratusan karyawan di PHK.
HRD PT IGN Cepiring Kendal, Sugeng Setia, mengatakan jika surat resmi pemecatan memang belum turun. Hal itu karena saat ini masih menunggu surat pemberhentian sampai ada penggantian dirut PT IGN yang baru yang telah disepakati bersama diantara Dewan Komisaris PT IGN.
“Kami mendengar adanya informasi tersebut, dan sedang dalam tahap menunggu turunnya surat pemberhentian. Selain itu, juga sekaligus menunggu adanya surat penunjukkan bagi dirut yang baru. Sehingga belum bisa dipastikan untuk kapan penggantinya,” ujarnya.
Dikatakan, para karyawan PT IGN sendiri yang diperkirakan berjumlah sekitar 300 orang yang telah terkena PHK beberapa waktu lalu, saat ini telah kembali masuk kerja. Sehingga rencana PHK sepihak yang kemarin sempat digulirkan oleh perusahaan dibatalkan.
“Saat ini proses produksi memang tidak ada, tetapi karyawan tetap diminta masuk seperti biasanya. Mereka juga akan mendapatkan hak-haknya meski pabrik tidak melakukan produksi gula,” jelasnya.
Hal senada dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kendal, Dewi Diniwati. Ia menambahkan juga telah mendengar kabar pemecatan dirut PT IGN Togar. Bahkan ia juga sudah mendengar kabar pergantian akan dirut yang akan oleh Dewan Komisaris PT IGN. “Dirut yang baru katanya berasal dari salah satu anggota dewan Komisaris sendiri,” jelasnya.(jt12-3)

Turunkan Penumpang, Angkutan Ditabrak Truk

Turunkan Penumpang, Angkutan Ditabrak Truk

oleh : JT12 | Senin, 08 Februari 2016, 17.47 WIB
TABRAK ANGKOT: Sebuah truk bermuatan semen menabrak angkutan umum yang sedang berhenti menurunkan penumpang di Jalan Raya Pantura Kebonadem Brangsong Kendal, Senin (08/02).
News Berita Umum

KENDAL, jateng terkini - Diduga sopir mengantuk, sebuah truk bermuatan semen menabrak angkutan umum yang sedang berhenti menurunkan penumpang di Jalan Raya Pantura Kebonadem Brangsong Kendal, Senin (08/02) sore.
Sejumlah penumpang mengalami luka, akibat benturan keras truk dibagian belakang angkutan. Angkutan umum sempat terseret dan terdorong kemudian menabrak pagar rumah warga.
Penumpang yang terluka langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Petugas lalu lintas Polres Kendal ini berupaya membawa penumpang angkutan umum yang terluka, akibat angkutan yang ditumpanginya ditabrak truk.
Sejumlah penumpang angkutan umum ini mengalami luka serius, akibat tergencet dan terbentur bodi angkutan yang ringsek bagian belakangnya.
Angkutan umum bernomor polisi H 1448 AD ini disondol truk, hingga terdorong dan menabrak pagar rumah warga.
Kecelakaan di jalur pantura Kebonadem Brangsong Kendal ini bermula saat, truk bermuatan semen bernomor polisi B 9492 FDC melaju kencang dari arah barat.
Sesampainya di lokasi kejadian kaget melihat angkutan umum yang dikemudikan Ngatman warga Brangsong ini berhenti dan menurunkan penumpang.
Sopir truk Dodi Setiawan warga Tegal diduga mengantuk dan tidak bisa menghentikan laju truk akibat jalan licin dan muatan yang berat. Truk menabrak bagian belakang angkutan umum dan terdorong hingga 100 meter kemudian menabrak pagar rumah warga.
Sopir angkutan mengaku, sudah berhenti dipinggir jalan dan posisinya berada dibahu jalan. “Mobil saya sedang berhenti dipinggir jalan untuk menurunkan penumpang, tiba-tiba ditabrak truk dari belakang hingga terdorong dan menabrak pagar rumah warga,” katanya.
Lain lagi pengakuan sopir truk, dirinya kaget melihat angkutan berhenti dipinggir jalan. “Laju truk tidak kencang mas, kaget ada mobil berhenti coba mengerem namun karena jalan licin setelah hujan dan muatan berat tidak bisa berhenti dan menabrak,” jelasnya.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian membawa penumpang angkutan yang terluka dan memeriksa sejumlah saksi. Kasus kecelakaan ini dalam penanganan, Satuan Lalu Lintas Polres Kendal. (jt12-3)

Wednesday, February 3, 2016

Kebijakan Daerah dan Hasil Pembangunan harus diketahui Masyarakat

suasana rapat evaluasi pelaksanaan pemerintah daerah di Operation Room Pendopo Kendal. (Sumber : red-LK)
KENDAL – Pemkab Kendal menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Administrasi Pemerintah Kabupaten Kendal pada Senin (01/02/2016) kemarin, dan bertempat di Operation Room Setda Kendal.
Pada kegiatan tersebut, hadir Pj Bupati, Drs. Kunto Nugroho HP, M.Si, Sekda Ir. Bambang Dwiyono MT, para staf ahli Bupati, asisten Sekda, para pimpinan SKPD beserta Camat dan Kepala UPTD Puskesmas.
Kunto menyebut, pada kesempatan kali ini dijadikan sebagai wahana untuk membangun kebersamaan dan kekeluargaan serta membangun komunikasi antara pejabat maupun dengan Pj Bupati. Tentu hal tersebut menjadi sebuah momen penting dalam rangka membangun efektifitas pelaksanaan system dan kebijakan yang telah ditetapkan.
“Komunikasi, kebersamaan dan kekeluargaan perlu mendapat perhatian serius. Dengan komunikasi antar para pejabat, maka sekecil apapun permasalahan yang muncul akan bisa segera diatasi,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Kunto juga menyoroti pentingnya bagian Humas Setda dan Dinas Komunikasi dan Informasi dalam menyebarluaskan dan menyampaikan informasi pembangunan yang sedang dan telah dilaksanakan.
Kunci keberhasilan pembangunan tidak akan ada artinya jika hanya diketahui oleh para pejabat dan Aparatur saja.
“Hasil pembangunan harus pula diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Maka, perlunya peran Bagian Humas Setda dan Dinas Komunikasi dan Informasi untuk ditingkatkan,” imbuhnya. (Sumber : red-LK20/mas)

Awas! Nyamuk ini Bawa Virus Zika

image
KENDAL – Mengantisipasi mewabahnya virus zika yang saat ini  menjangkit di negara-negara Amerika Latin Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal  segera melakukan kegiatan sosialisasi terkait bahaya wabah virus yang ditularkan nyamuk Aides Aigepthy.  Kepala DKK Kendal, dr Widodo M Sutomo, mengatakan, gejala penyakit memiliki kemiripan dengan peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Yakni awalnya ditandai demam dan sakit kepala, bintik merah, mata memerah, nyeri otot dan nyeri sendi. Selain itu, rasa sakit biasanya tergolong ringan dan gejala berlangsung beberapa hari atau satu minggu. Masa inkubasi berkembangbiaknya virus diperkirakan antara 3-12 hari.
“Gejala-gejala terkena virus Zika ini sama dengan DBD. Bahkan tertularnya pun sama oleh nyamuk Aedes Aegypti. Hanya saja, hasil cek laboratoriumnya saja yang berbeda. Jika terinfeksi pada ibu hamil, dapat menyebabkan kematian pada si kecil atau menderita penyakit Mikrosefalus, yaitu kondisi kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil atau tidak normal,” terangnya.
Dikatakan, walaupun di Kendal belum ada yang terkena virus ini, pihaknya mencoba melakukan tindakan antisipasi dengan segera berkoordinasi ke semua Puskesmas dan Bidan, untuk segera memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Saat ini kami sedang mengumpulkan bahan-bahannya dulu. Rencananya setelah itu baru akan berkoordinasi dengan semua puskesmas di Kendal,” katanya.
Dirinya menyarankan, bila ada ibu hamil ditemukan memiliki gejala yang sama dengan DBD, maka harus segera diperiksakan ke Puskesmas atau dokter tersdekat, agar dapat segera ditangani. Tidak hanya itu, masyarakat juga diimbau agar menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, guna mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.
“Untuk menghindarinya, disarankan dengan melakukan kegiatan 3M Plus, antara lain menguras tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas. Plus melakukan tindakan dengan tidur memakai kelambu, memakai obat nyamuk, dan hindari gigitan nyamuk,” tambahnya.
Terpisah, Kasi Promosi Kesehatan pada DKK, Saeri SKM MKes, mengungkapkan, belum ada vaksin untuk virus ini. Apalagi diagnosis Virus Zika seringkali terasa sulit, lantaran mirip dengan dengan DBD, kendati lebih ringan.
“Kami sarankan pasien untuk istirahat dan minum yang cukup, serta makan makanan bergizi. Dokter sendiri sementara ini hanya memberikan obat untuk mengatasi gejala yang timbul. Misalnya jika demam sangat mengganggu, maka pasien bisa minum obat penurun demam. Lalu jika merasa gatal, akan diberikan obat untuk mengatasi gatal-gatalnya,” ujarnya. (Jur-LKTO/MunaA)

Marah Pohonnya Ditebang, Faturahman Bacok Leher Adik Kandung

image
Entah setan apa yang menghampiri Faturahman (55) warga RT 02 RW 05 Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon Kendal hingga tega membunuh adik kandungnya sendiri Senin (01/02) siang. Pelaku marah dan tersinggung pohon di depan rumahnya dipotong adik kandungnya Ahmad Faozan warga Karangtengah Kaliwungu Kendal. Korban dibacok berkali-kali menggunakan linggis dan parang, di halaman depan rumah kakaknya.
Polisi berhasil membekuk pelaku yang sembunyi di dalam rumah tanpa perlawanan. Pelaku kemudian diamankan di sel tahanan Mapolsek Patebon. Pelaku tega menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri, Ahmad faozan hanya karena marah korban menebang pohon di depan rumah pelaku.
Korban tewas dengan luka sabetan senjata tajam di kepala dan tewas dilokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan. Nur Abidin tetangga pelaku mengatakan, kejadian bermula saat korban membersihkan dahan dan pohon di halaman rumah pelaku.
“Pelaku kemudian marah dan membawa parang menghampiri korban. Kakak beradik ini sempat adu mulut dan pelaku langsung membacok korban di bagian kepala hingga tersungkur,” katanya.
Korban yang sudah tersungkur dibacok pelaku hingga berkali-kali. Warga yang melihat kejadian tersebut tidak berani melerai karena pelaku membawa senjata tajam. “Usai membacok korban pelaku masuk ke dalam rumah dan bersembunyi. Saya kemudian melaporkan ke polisi,” imbuh Nur Abidin.
Upaya penangkapan pelaku dilakukan polisi  dengan hati-hati karena pelaku masih menggunakan senjata tajam. Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Ardiansyah mengatakan, motif sementara pelaku jengkel dan marah korban menebang pohon di halaman rumahnya.
“Pengakuan sementara pelaku membacok korban menggunakan linggis dan parang hingga mengalami luka parah dan meninggal di lokasi kejadian,” jelas kasat.
Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan termasuk memeriksakan kejiwaan pelaku. Polisi bakal menjerat pelaku dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat hingga mengakibatkan korban meninggal dengan ancaman penjara 7 tahun. (Jur-LKTO/MunaA)

Tuesday, February 2, 2016

Lima Dukuh Ingin Merdeka dari Desa Gempolsewu

image
KENDAL – Lima pedukuhan yang berada di sebelah barat kali Kutho berniat memisahkan diri dari Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kendal. Kelima dukuh ini menilai selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah desa, dan terisolasi dengan wilayahnya karena terpisah sungai besar.
Melalui Forum Masyarakat Kulon Kali (FMKK) Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari keinginan memisahkan diri ini sudah diajukan melalui pemekaran desanya.  Lima dukuh tersebut yakni, Dukuh Tawang Laut, Randusari, Saribaru, Rejosari dan Bulusan.

Sopir Ngantuk, Truk Seruduk Rumah dan Toko

image

KENDAL – Sebuah truk menabrak rumah dan toko bahan bangunan di jalan raya Pantura Tlahab Kendal Sabtu (30/01) pagi. Diduga sopir truk mengantuk setelah menempuh perjalanan dari Jakarta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Posisi truk tronton bernomor polisi B 9679 SG ini berada di teras toko bangunan, setelah menyeruduk rumah dan toko di pinggir jalan pantura Tlahab Kendal. Bangunan rumah dan toko bangunan ambruk, ditabrak truk yang melaju dari arah barat ini.
Kecelakaan tunggal ini diduga akibat sopir truk mengantuk, dan tidak bisa mengendalikan laju  truk tronton bermuatan alumunium ini. Sopir truk Mujib,  warga Kediri Jawa Timur ini mengaku mengantuk setelah kelelahan menempuh perjalanan dari Jakarta hendak ke Surabaya.
Truk tidak terkendali dan oleng ke kiri, kemudian menabrak pohon dan nyungsep menyeruduk rumah dan toko bangunan milik Yusron. “Truk tiba-tiba saja oleng ke kiri dan menabrak pohon dan rumah yang ada dipinggir jalan,” katanya.
Sementara itu, pemilik rumah dan toko bangunan mengatakan dirinya terkejut lantaran tiba-tiba truk nahas langsung menabrak rumah hingga toko material dan kayu hingga masuk kedalam. “Saya kaget dari dalam rumah terdengar bunyi keras dan saya lihat truk sudah menabrak rumah dan toko bangunan,” ujar Yusron.
Tidak hanya menabrak rumah dan toko bangunan sebuah mobil yang sedang parkir di dalam toko bangunan rusak akibat ditabrak truk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, evakuasi truk yang menabrak rumah menunggu derek dari Polres Kendal. Kasus kecelakaan tunggal  ini masih dalam penanganan satuan polisi lalu lintas Polres Kendal. (Jur-LKTO/MunaA)

Eks Anggota Gafatar Dilarang Keluar Daerah

image
KENDAL – Kepulangan enam orang dari dua keluarga eks anggota Gafatar asal Kabupaten Kendal  dari Kalimantan dipastikan tidak mendapat penolakan dari warga setempat. Satu keluarga merupakan pasangan suami istri (Pasutri) yakni Mufid dan Eka Agustina warga Dusun Ngrandu RT 2 RW 3 Desa Sebaran Parakan Kecamatan Pageruyung.
Sedangkan satu keluarga lagi dari Desa Korowelang Anyar RT 1 RW 2 Kecamatan Cepiring yakni Paskur dan Juniarti beserta kedua anaknya bernama Elangga Wira Kurnia dan Anggi Anggelina Kurnia.
Enam eks anggota Gafatar ini tiba di Kendal Jumat (29/1) malam , mereka dijemput dari Asrama Haji Donohudan oleh anggota Muspika setempat. Sebelum diantar ke rumahnya,  terlebih dulu singgah di Kantor Kesbangpol Kendal untuk diberi pengarahan.
Kapolsek Cepiring  AKP Sulistiyarso mengatakan, pemulangan eks anggota Gafatar ini telah dikoordinasikan dengan pihak keluarga, perangkat desa, tokok masyarakat dan warga setempat.
“Sudah tidak ada masalah, warga menerima dengan baik. Sebab, Paskur sewaktu tinggal di desanya adalah orang baik, jadi akan diterima kembali dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Pasintel Kodim Kendal Kapten Sudiatmoko meminta kedua keluarga tersebut supaya segera mengurus dokumen kependudukan, seperti KTP, KK dan mengurus kedua anaknya supaya bersekolah kembali.
Selain itu, diminta untuk tidak pergi ke luar daerah, atau jika akan pergi keluar daerah harus melapor kepada aparat setempat.
“Ini inisiatif saya sendiri, demi kebaikan bersama, supaya tidak pergi ke luar daerah,” paparnya.
Sementara, Paskur menceritakan bahwa dia dan keluarganya baru satu setengah bulan pindah ke Kalimantan. Di sana bekerja bercocok tanam dengan dibantu istri dan anaknya.
Selama di Kalimantan, Paskur mengaku senang dan akrab dengan teman-teman anggota Gafatar. Namun Paskur enggan mengungkap alasan tertarik bergabung dengan Gafatar.
“Ya senang aja dengan teman-teman Gafatar,” ucapnya.
Paskur mengaku bergabung dengan Gafatar sejak tahun 2011 ketika tinggal di Batam. Dan sudah mengetahui jika Gafatar sudah dibubarkan, namun tetap hidup bersama dengan teman-teman Gafatar, hingga diajak pindah ke Kalimantan di perkampungan Gafatar.
Padahal di Batam sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai tukang las dengan penghasilan yang lumayan. Dengan bekal modal hasil kerja di Batam, Paskur tertarik ajakan teman-temannya pindah ke Kalimantan.
Begitu pula dengan Elangga Wira Kurnia, putra Paskur, yang masih kelas 2 SMP, merasa senang tinggal di Kalimantan, walaupun harus keluar dari sekolah dan ikut membantu orang tua bekerja bercocok tanam.
“Senang, di Kalimantan bekerja bercocok tanam,” tandasnya. (Jur-LKTO/ MunaA)