Showing posts with label Tempat Wisata Kendal. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata Kendal. Show all posts

Wednesday, June 29, 2016

Tempat Wisata Kabupaten Kendal

DAFTAR NAMA TEMPAT WISATA YANG ADA DI KABUPATEN KENDAL :

WISATA ALAM
CURUG SEWU
CURUG SEMAWUR
CURUG CITRO ARUM
CURUG PANGLEBUR GONGSO
CURUG GLAWE
PANTAI SENDANG SIKUCING
PANTAI CAHAYA
PANTAI BARU SENDANG ASIH
PANTAI MUARA KENCAN
PANTAI KARTIKA
PULAU TIBAN
PANTAI NGEBUM KALIWUNGU
GOA KISKENDO
PEMANDIAN AIR PANAS GONOHARJO NGLIMUT
AGROWISATA KEBUN TEH MEDINI
AGROWISATA NGEBRUK PATEAN

WISATA RELIGI
  • Makam Sunan Bromo
  • Makam Kyai Mandurorejo
  • Makam Wali Gembyang
  • Makam Wali Joko
  • Makam Wali Hadi
  • Makam Pangeran Djoeminah
  • Makam Tumenggung Mertowijoyo
  • Makam Sunan Abinowo
  • Makam Kyai Asy'ari
  • Makam Petilasan Krapyak
  • Makam Pengeran Benowo
  • Peziarahan Gua Bunda Maria Ratu
POTENSI KENDAL

Tuesday, June 28, 2016

Jika Sudah Melihat Keindahan Curug Semawur, Kamu Pun Jadi Ogah Cepat-Cepat Kabur

Air terjun lain yang bakal membuatmu betah berlama-lama di Kendal adalah Curug Semawur. Air terjun ini memiliki 8 tingkat yang masing-masing punya ketinggian yang berbeda. Lokasinya berada di ketinggian 1.300 mdpl dan menjadi hulu dari Kali Bajang. Jangan heran jika di google air terjun ini punya dua versi, selain di Kendal air terjun yang sama juga diakui terletak di kabupaten Batang.

Curug Semawur,
Curug Semawur memang terletak di perbatasan antara Kendal dan Batang. Namun secara administratif, area air terjun tersebut berada di wilayah dusun Jiwan, desa Blumah, kecamatan Plantungan, kabupaten Kendal. Untuk sampai di lokasi, traveler musti bekerja keras melintasi halang rintang berupa jalan setapak dan trek-trek menantang.

Curug Citro Arum, Masih Alami, Yakin Nggak Mau Kesini?

Pilihan wisata lainnya di Kabupaten Kendal adalah Curug Citro Arum. Sebuah air terjun setinggi 100 meter yang masih terbungkus hutan dan menghasilkan keindahan alam yang masih asli. Tiga tahun lalu air terjun ini baru saja dikenalkan sebagai salah satu destinasi wisata di desa Pakis, Kecamatan Limbangan.
 
Curug Citro Arum,
Ketinggian air terjun ini tidak ada yang mengalahkan seantero Kendal sehingga jadilah Curug Citro Arum sebagai air terjun tertinggi di Kota Santri ini. Terjunan air yang deras, dinding batu yang kokoh serta pepohonan yang tumbuh menjulang menjadi kombinasi apik yang kian mempercantik panorama di sekitar Curug Citro Arum ini.

Keindahan Curug Panglebur Gongso

Kendal - Indonesia memang mempunyai beragam tempat wisata yang indah, Mulai dari jajaran pegunungan, perbukitan, sungai, laut bahkan sampai air terjun. Tidak terhitung  berapa banyak tempat yang luar biasa indah di tanah air kita ini. Di Kendal sendiri terdapat banyak sekali wisata alam berupa air terjun ( curug ). Mulai dari yang terkenal seperti curug sewu, semawur, jeglong dan masih banyak lagi yang lainya. Tidak kalah terkenal dengan curug yang lain curug yang satu ini juga menyimpan keunikan dan keindahan sendiri. Apakah itu? mari kita simak pembahasanya bersama-sama.

Curug panglebur gongso. Curug yang berarti adalah sebuah jatuhan air bisa dikatakan air terjun tapi curug lebih rendah ketimbang air terjun. Panglebur artinya penghapus, dan gongso artinya adalah dosa. Maka jika digabungkan curug panglebur gongso berarti adalah air terjun penghapus dosa. Nama ini diambil dari cerita mitos tokoh pewayangan dari Kumbokarno yang ingin menghapus dosanya di air terjun ini. Dengan mempunyai tinggi kurang lebih 10 meter sekaligus berada di alam terbuka membuat curug panglebur gongso tidak kalah menarik dibandingkan dengan curug lain.

Curug panglebur gongso bukanlah wisata baru atau baru ditemukan. Keberadaanya sudah diketahui oleh warga sekitar sejak lama. Namun baru akhir-akhir ini mulai dikembangkan menjadi kawasan wisata alam dan curug panglebur gongso perlahan lahan mulai dikenal dan semakin banyak pengunjungnya, apalagi di hari libur dan akhir pekan.


Curug Panglebur Gongso
Lokasi Curug Panglebur Gongso
Curug ini berada di desa Gondang,  kecamatan Limbangan, kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Atau berada di jl.Raya Sumowono - Limbangan KM 6.

Untuk menuju kemari bukanlah hal yang sulit, ada beberapa rute yang bisa anda lewati. Yang paling mudah adalah jika dari candi gedong songo ambil arah menuju Utara ( Kendal ) kurang lebih 10 KM. Curug ini berada dibawah grojogan Klenting Kuning, dari situ kebawah lagi maka nanti akan ada spanduk di pinggir jalan ( kiri jalan ). Jika anda dari Kendal, ambil arah ke Sumowono dengan melewati jl.Sumowono - Limbangan nanti akan ada spanduk di kanan jalan. Untuk menuju kesini bisa menggunakan mobil dan sepeda motor. Jarak antara lokasi parkir dengan lokasi curug sekitar 500 meter dengan jalan kaki atau sekitar 15 menit.

Biaya masuknya mahal nggak mas? Pengunjung hanya perlu membayar Rp.4.000/2 orang saja ( sepeda motor +  hari biasa ). Wah sangat murah sekali bukan ?

Medan untuk menuju kemari jika dari Kendal berupa tanjakan berkelok tajam dengan pemandangan berupa area persawahan dan perbukitan. Sebaliknya dari arah Bandungan berupa turunan berkelok tajam dengan pemandangan yang sama.

Dari lokasi parkir menuju ke curug panglebur gongso jalanan sudah beraspal halus dan dikanan berupa pemandangan area persawahan, disisi kiri berupa jurang, sedangkan dari belakang akan nampak pemandangan gunung Ungaran yang sangat mempesona. Setelah beberapa lama melewati jalan beraspal kini saatnya untuk turun ke lokasi curug, untuk menuju ke curug ada beberapa anak tangga yang harus kita lewati. Saat melewati anak tangga ini nanti kita sudah mendengar suara percikan jatuhnya air. Ini juga yang bisa memacu semangat pengunjung yang tadi dijalan sudah lelah. Karena saat sudah sampai dilokasi rasa lelah saat perjalanan seolah-olah hilang begitu saja.

Curug Pegongso Limbangan
Keadaan curug terasa sangat segar karena masih alami dan berada di tengah-tengah hutan. Walaupun curug panglebur gongso tidak terlalu tinggi tetap saja keindahannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Keunikanya terletak di air terjunnya yang cukup besar, dan berarus deras. Terus fasilitasnya ada apa ya mas?

Fasilitas curug panglebur gongso ada :

1. Area parkir yang cukup luas dan teduh ( untuk sepeda motor )
2. Wisata pemandangan air terjun
3. Kantin / warung
4. Toilet ada 2 berada dilokasi parkir dan dibawah dekat air terjun.
5. Mushola ( baru dibangun ) jika ingin Sholat ada masjid di perkampungan dekat pintu masuk.

Genangan air yang jatuh dari atas berwarna hijau kebiru biruan sehingga membuat seperti danau yang indah. Karena masih alami disini jangan heran karena masih banyak terdapat satwa seperti burung pegunungan dan reptil liar. Tepat di bawah air terjun ada sebuah gua yang cukup dalam, diperkirakan memilki kedalam hingga 100 meter, wah lumayan dalam ya sob. Di depan air terjun terdapat jembatan yang bisa anda gunakan untuk menyeberangi aliran air. Kemudian di dekat jembatan tersebut ada pohon besarnya juga, dibawahnya terdapat lubang seperti terowongan ( persisi dibawahnya ) dan kamu juga bisa memasukinya, tapi dalam keadaan membungkuk dong pastinya, sebenarnya lubang di pohon ini terbentuk karena ada celah dibagian akar pohon besar, sehingga terlihat seperti terowongan. Kemudian disepanjang aliran sungai curug panglebur gongso diatas maupun dibawah terdapat banyak sekali bebatuan bahkan ada yang ukuranya sangat besar. Dibibir sungai terdapat banyak capung gunung, ini menandakan bahwa air disini masih bersih dan belum tercemar. Terus darimana sumber airnya mas? mungkin bersumber di gunung Ungaran yang ada dibelakangnya. Adapun tanaman yang mengelilingi curug ini ada pohon bambu, kemudian ada berbagai pohon besar, serta perkebuna kopi yang akan menambah kesejukan area curug.

Disini ada beberapa larangan yang patut kita patuhi ya sob.

Adapun larangan bagi pengunjung yang berkunjung kemari adalah dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang mengambil sesuatu yang bukan miliknya, dan dilarang melompat dari atas tebing. Seperti pada aturan umum ditempat tempat wisata. Pengunjung diharapkan mena'ati dan mengindahkan aturan yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan kita bersama.

Bagi anda yang tadi lupa membawa bekal tidak usah khawatir, didekat lokasi parkir dan didekat air terjun sudah ada beberapa warung makan yang bisa kamu singgahi untuk beristirahat maupun mengisi kekosongan perut.

TENTANG WISATA KENDAL

Tempat wisata di Kabupaten Kendal yang populer memang banyak dicari oleh banyak wisatawan, banyak orang yang berkunjung ke Kabupaten Kendal tidak lupa untuk mengunjungi tempat wisata di Kendal ini.
Kabupaten Kendal bersebelahan dengan Semarang sehingga kabupaten ini sering disebut dengan kota satelit, kota ini juga dekat dengan Laut Jawa sehingga banyak wisata pantai yang patut kita kunjungi karena keindahannya.
Kebanyakan masyarakat Kendal berprofesi sebagai nelayan karena dekat dengan laut, pasar ikan dari ikan yang dihasilkan oleh petani juga banyak, banyak juga acara sedekah laut sebagai acara tahunan yang diburu oleh wisatawan untuk datang ke tempat ini karena hanya di kota Kendal ada ritual budaya seperti ini, tujuan dari ritual ini untuk sarana berdoa agar hasil laut para nelayan melimpah.
Bagi anda yang datang ke Kendal jangan lupa mengunjungi tempat ini karena banyak tempat wisata di Kendal yang banyak disukai oleh wisatawan karena keindahannya yang tidak ditemukan di tempat lain, berikut daftar tempat wisata di Kendal yang populer di mata wisatawan.

Monday, February 8, 2016

Kirab Gunungan dan Kerbau Bule

KENDAL – Sedekah bumi warga di tiga desa di Kecamatan Pageruyung Kendal Jumat (05/02) siang diisi dengan kirab dan arak-arakan gunungan hasil bumi dan kerbau bule. Ratusan warga ini berjalan kaki menuju bukit hutan Tawing di Desa Surokonto Wetan tepatnya di sumber mata air.
Tiga desa yang melaksanan sadranan sedekah bumi tersebut yakni, Desa Surokonto Kulon, Suronkonto Wetan dan Kebon Gembong. Tradisi sadranan digelar doa bersama dan makan bersama dengan harapan tanah dipertanian di tiga desa tersebut bisa subur dan membawa kemakmuran bagi warganya.
Setelah memanjatkan doa bersama, warga kemudian berebut gunungan nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya. Dari anak-anak sampai dewasa ikut berebut nasi tumpeng tersebut. warga meyakini jika nasi tumpeng tersebut akan membawa berkah bagi yang memakannya.
Puncak kirab sedekah bumi ini  yakni penyembelihan  kebo bule yang telah dibacakan doa sebelumnya. Setelah disembelih daging dibagi-bagikan ke warga setempat  dan sebagian dimasak di lokasi sumber mata air dan makam sesepuh desa.
Menurut tokoh masyarakat setmepat,  Sudari, tradisi tersebut digelar sebagai wujud rasa syukur dan untuk mengenang para pendiri desa. Yakni mbah Kiai  Joko Suro, Mbah Kiai Salim dan Mbah Kiai Dadap.
Tiga tokoh tersebut merupakan tonggak awal berdirinya tiga desa tersebut. tiga orang tersebut telah berjasa membuat aliran air dari bukit hutan tawing menuju sawah-sawah warga.
“Jadi dulu, tanah di tega desa ini kering. Ada mata air tapi adanya dibukit hutan tawing. Lalu para pendiri desa ini mengalirkan air ke bawah sehingga sawah-sawah bisa dialiri air dan bisa ditanami padi,” tuturnya.
Hingga sekarang, aliran tersebut masih menjadi penghidupan  warga karena sampai sekarang terus mengaliri  tiga desa tersebut. bahkan tidak hanya sawah, tapi air juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara Bupati terpilih, Mirna Annisa yang juga warga Surokonto Kulon, mengaku sangat senang dengan tradisi sedekah bumi tersebut. Menurutnya ini adalah tradisi yang harus dilestarikan oleh masyarakat.
“Ini adalah wujud syukur sekaligus wujud guyub rukunnya warga tiga desa. Yakni menunjukkan adanya rasa sama,  kebersamaan, perasaan senasib dan sepenanggungan. Saya kira tradisi ini hanya ada di Indonesia, jadi harus dilestarikan sebagai tradisi leluhur bangsa,” tandasnya. (Jur-LKTO/MunaArza)

Friday, January 29, 2016

Menikmati Keindahan Air Terjun Curug Sewu Kendal


KENDAL – Segala potensi yang ada di Kabupaten Kendal, menjadikan Kendal sebagai lokasi destinasi wisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya di Jawa Tengah. Banyak lokasi wisata di daerah ini, seperti pantai, perkebunan, pegunungan dan air terjun. Salah satu yang perlu dijelajahi adalah keindahan air terjun Curug Sewu.

Hawa sejuk yang akan kita temui saat menginjakkan kaki dan nuansa pedesaan di sekitar lokasi tersebut, membuat kita semakin penasaran untuk berwisata dan berfoto-ria bersama keluarga, kerabat dekat dan teman-teman. Kesejukan alam yang begitu terasa, menjadikan daya tarik tersendiri di tempat wisata alam ini.
Curug Sewu, merupakan salah satu nama desa di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, terletak di Provinsi Jawa Tengah. Lokasi desa yang berada di perbukitan ini menjadikan air terjun yang berada di Curug Sewu sebagai potensi perekonomian yang besar bagi masyarakat.
Air terjun tersebut berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Kendal. Curug ini merupakan air terjun tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 70 meter, yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter. Air terjun terlihat sangat indah dan menawan untuk dipandang, terlebih pada saat munculnya pelangi diantara terjunan yang memperlihatkan aneka ragam warna yang mempesona.
Sekitar lokasi Air Terjun Curug Sewu, juga dilengkapi dengan taman rekreasi beserta fasilitas pelengkap, seperti panggung hiburan, taman bermain anak, kebun binatang mini dan kolam renang. Di kebun binatang, pengunjung dapat melihat berbagai hewan yang biasa hidup di hutan, misalnya gajah, buaya, orangutan, kancil, kijang, dan beberapa jenis burung.
Ada pula Kereta Mini, Jet Coaster yang telah dibangun untuk memberikan pelayanan yang prima dan memuaskan bagi pengunjung. Selain itu, terdapat lokasi Vespa raksasa yang memiliki ketinggian sekitar 150-180 cm. Ukuran yang cukup besar membuat pengunjung harus memanjat untuk bisa menaikinya.

Curug Sewu juga menawarkan pesona hamparan hutan dan sawah yang hijau dan indah terlihat dari ketinggian. Pesona alam semacam itu juga dapat dilihat dari gardu pandang atau dari bibir bukit. Soal keamanan, pengelola telah memasang pagar pembatas di sekeliling bibir jurang agar pengunjung dapat leluasa melihat lembah sedalam ratusan meter.
Curug Sewu juga telah dibangun menara pandang yang dilengkapi dengan teropong. Adanya menara pandang dan fasilitas teropong tersebut diharapkan dapat memberikan variasi pilihan wisata dan menambah keistimewaan Curug Sewu. Pengunjung dapat melihat keindahan air terjun dari atas, bukan dipandang dari bawah seperti obyek wisata air terjun di tempat-tempat lain. Beberapa fasilitas pendukung juga tersedia untuk menambah kenyamanan pengunjung, seperti area parkir yang luas, musholla, MCK, dan beberapa warung yang menyediakan berbagai makanan khas daerah.
Jika ingin berwisata ke Curug Sewu dan menggunakan kendaraan pribadi, ada dua alternatif jalur yang bisa ditempuh. Pertama, melalui jalur Weleri – Sukorejo bagi yang berkendara dari Kendal sisi barat. Dan kedua, melalui Boja – Patean untuk yang berkendara dari arah timur. Kondisi jalanan yang berkelok tak terlalu melelahkan karena telah diaspal serta pemandangan di sepanjang perjalanan terlihat asri.
Namun, jika memilih kendaraan umum, bisa naik bus jurusan Sukorejo yang akan melewati Mijen – Boja. Selanjutnya, dari Sukorejo naik angkot atau ojek ke Curug Sewu sekitar 7 kilometer.